Ibadah Malam Natal GKJ Manahan Surakarta “Terbitlah Dalam Kegelapan”

Ibadah Malam Natal di GKJ Manahan berlangsung kidmat hari Sabtu (24/12) lalu. Ibadah yang dimulai sejak pukul 18.00 WIB ini diawali dengan prosesi perarakan lilin, Kitab Suci, Pendeta dan para majelis. Dalam ibadah ini, panitia juga menampilkan film cerita singkat sebagai visualisasi dari tema “Terbitlah dalam Kegelapan”.

Pendeta Paulus Sugeng Widjaja, MAPS, Ph.D mendasarkan kotbahnya dari kisah Natal yang tertulis dalam Lukas 2: 1-14 juga mengambil bacaan dari Titus 2: 11-14. Dalam kotbahnya, Pdt. Paulus menyebutkan beberapa latar belakang perayaan Natal. Juga mengapa tanggal 25 Desember disepakati oleh gereja untuk menjadi tanggal dari perayaan Natal.

Bersediakah Kamu Diperbarui Hidupmu?

Suasana peringatan Natal dan Tahun Baru masih dapat kita rasakan. Bahkan mungkin masih ada saudara-saudara kita yang mengadakan perayaan Natal walau sudah masuk dalam Tahun 2012.

Sudah Berubah dan Mengubah Apakah Engkau?

Tyang mursid nggih sru memuji
Nggunggung-nggunggung mring Hyang Widi
Aneng sajroning kasucen wah ngugemi ing kayekten
Turune tyang mursid yekti
Dinuta mrih dadya nabi
Yeku cecalaning Gusti ngundhangken margi basuki.
(Kidung Pasamuwan Kristen Anyar 212: 5,6)

“Tinggal Dalam Tuhan,Raih Cita-Citamu!”

“Tinggal Dalam Tuhan,Raih Cita-Citamu!” demikian pernyataan Bp. Prawianto Hadipradono ketika menyampaikan renungan dalam kegiatan Bakti Sosial Komisi Warga Dewasa GKJ Manahan ke panti asuhan anak Beth-Shan di Banaran, Sukoharjo hari Minggu (11/12) yang lalu. Renungan yang memotivasi anak-anak panti asuhan tersebut di dasarkan dari bacaan Yohanes 15: 7 dan Matius 22: 37-40. Lebih lanjut dalam renungannya disampaikan bahwa Allah begitu mengasihi kita, sehingga Ia mau memberikan apa saja yang kita kehendaki, yang sesuai dengan kehendak Allah.

Kebersamaan Perangkat Liturgi GKJ Manahan Surakarta

“Pelayanan yang kita lakukan, bukanlah untuk orang yang menyusun jadwal kita. Melainkan kita melakukan pelayanan untuk Tuhan.” Demikian disampaikan oleh Pendeta Fritz Yohanes Dae Panny S.Si dalam renungan yang disampaikannya dalam acara Kebersamaan Perangkat Liturgi GKJ Manahan Surakarta, Minggu (12/4) yang lalu.

Bidston Ucap Syukur Pernikahan Vikaris Samuel Arif Prasetyono & Noveria Wicaksono

Sabtu (3/12) lalu, jemaat GKJ Manahan menggelar acara bidston ucap syukur atas pernikahan Vikaris Samuel Arif Prasetyono dengan Sdri. Noveria Wicaksono. Pendeta Fritz Yohanes Dae Panny memimpin ibadah ini dengan kotbah yang didasarkannya dari Kejadian 2: 24-25. Dalam kotbahnya, Pendeta Fritz menyatakan bahwa salah satu harapan dalam hidup kita adalah keselamatan dan keamanan. Kita semua selalu berusaha mewujudkan kedua hal tersebut. Semua orang tua pasti memiliki harapan bahwa anaknya kelak mendapatkan keselamatan dan keamanan sepanjang hidupnya.

Sarasehan “Peranan Gereja dalam Dinamika Politik di Indonesia”

GKJ Manahan menyelenggarakan sarasehan di GSG Lt. 1 beberapa minggu lalu, (24/11) dimulai pukul 19.00 WIB, dengan tema “Peranan Gereja dalam Dinamika Politik di Indonesia”. Kegiatan ini didukung oleh dua tokoh yaitu Bp. Aria Bima, anggota DPR RI dan Bp. Sigit Wijayanto, Ph.D dari YAKKUM.

Diawali dengan menyanyikan pujian bersama dipimpin oleh ibu Yuli Karpono, dilanjutkan dengan sambutan dan doa pembukaan oleh bp. Trisetya. Yang menjelaskan latar belakang diselenggarakannya acara ini, yaitu bagaimana tim pengadaan rumah pastori III GKJ Manahan mengalami kendala perizinan, mengingat adanya Surat Keputusan Bersama 3 Menteri.

Pesan Natal Bersama PGI dan KWI Tahun 2011

PESAN NATAL BERSAMA PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA (PGI) KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA (KWI) TAHUN 2011

"Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar" (Yes. 9:1a)

“Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih SetiaNya”

“Syukur identik dengan memuji Tuhan, praise, tehilim adalah hal yang sangat fundamental dalam pemahaman theologis dalam seluruh kitab Mazmur. Mazmur sesungguhnya berbicara tentang perjalanan iman dari orang-orang percaya.” kata Pdt. Stefanus Christian Haryono, MACF dalam sesi ketiga Retreat Komisi Adiyuswa dan Komisi Warga Dewasa, minggu lalu (20/11) di River Hill, Tawangmangu.

Bagaimana pemazmur bersyukur? Pemahaman secara umum, syukur lebih berupa uangkapan bahasa verbal yang diungkapkan secara bagus, sehingga kalau ada orang yang mengungkapkan dalam ratapan atau mengeluh (complaint) dipandang tidak bersyukur.