“Hidup adalah Perziarahan”

“Hidup adalah Perziarahan.” demikian dinyatakan Pdt. Stefanus Christian Haryono, MACF dari Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta ketika menyampaikan pelajaran Firman Tuhan dalam Retreat Adiyuswa dan Warga Dewasa GKJ Manahan, Sabtu (19/11) kemarin di Villa River hill, Tawangmangu, Karanganyar. Pendeta Stefanus menunjukkan perziarahan melalui sebuah gambar labirin, dikatakannya hidup ini seperti labirin. Selain labirin, hidup ini digambarkannya pula dengan anak tangga. Itulah penggambaran tangga kehidupan kita. Dimulai sejak dari bawah, yaitu sejak kita bayi dengan berbagai keterbatasan yang kemudian bertumbuh menjadi anak-anak sampai akhirnya mencapai usia dewasa dan usia lanjut usia.

Retreat Komisi Adiyuswa dan Komisi Warga Dewasa GKJ Manahan Surakarta “Merasakan Kehadiran Tuhan”

Hari Sabtu sampai Minggu (19-20/11) ini, Komisi Adiyuswa dan Komisi Warga Dewasa GKJ Manahan Surakarta mengadakan retreat bersama. Mengambil tempat di Villa River Hill, ibadah-ibadah dalam retreat ini tidak seperti ibadah yang biasa dilakukan oleh jemaat, begitu ungkap Bp. Prawianto Hadipradono selaku ketua Komisi Warga Dewasa sekaligus ketua panitia retreat ini.

Tema Retreat ini adalah “Merasakan Hadirat Tuhan”. Menurut Bp. Prawianto Hadipradono selaku ketua I, latar belakang pemilihan tema ini adalah kesadaran akan apa yang telah dilalui dalam kehidupan ini, ada kepahitan hidup dan ada pula kesuksesan yang telah diraih. “Tetapi kadang yang terus kita rasakan adalah kepahitan hidup itu dan hal tersebut membuat kita sulit bersyukur kepada Tuhan, sulit menyatakan diri hidup dalam pengaturan Tuhan. Maka tema ini dipilih untuk mengajak peserta retreat merefleksikan diri mengenai kehadiran Tuhan dalam hidup kita,” lanjutnya.

Ibadah Penutupan Bulan Keluarga Tahun 2011 “Merendahkan Diri”

Ibadah minggu (30/10) di GKJ Manahan jam 18.00 WIB dilayani oleh Pdt. Janoe Widyapramono, S.Si menggunakan Liturgi Khusus Penutupan Bulan Keluarga 2011 dengan nats pembuka dari Efesus 5: 20-21. Kotbah didasarkan dari bacaan Leksionari diantaranya Mikha 3: 5-12, I Tesalonika 2: 9-13 dan injil Matius 23: 1-12. Tema kotbah hari minggu ini adalah Merendahkan Diri. Merendahkan diri tidak sama dengan rendah diri. Rendah diri berarti tidak memiliki kepercayaan pada dirinya sendiri. Sedangkan merendahkan diri merupakan sikap positif yang seharusnya dimiliki para pengikut Kristus. Lebih lanjuat mengenai merendahkan diri, bisa kita baca dalam Filipi 2. 5-8 yang menyatakan “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.”

Persekutuan Gabungan Pemuda dan Remaja Klasis Kartasura "Tiga Masalah Duniawi"

Para pemuda dan remaja dari gereja-gereja se-klasis Kartasura, pada hari Minggu (2/10) yang lalu mengadakan persekutuan gabungan di GKJ Plaur yang berlokasi di sekitar daerah bandara Adi Sumarmo, kota budaya ini. Dengan mengusung tema “Pencobaan dan Pedang Roh” acara ini dimulai pukul 12 WAT (WAKTU ANAK TUHAN.

Ibadah yang berlangsung selama 2 jam ini dibuka dengan lagu “Bapa Engkau Sungguh Baik ini”. Pemuda dan remaja GKJ Manahan sejumlah sekitar 15 orang, melewati sesi demi sesi yang dipandu oleh WL dari gereja Plaur dan dilengkapi dengan games dari Sdr. Lukas, sebelum firman Tuhan disampaikan.

Merendahkan Diri

Rukun ing pitepangan sumanak ing rembugan
Dhemen sung pangapura nyirik piala,
Nging samya silih ngalah mbabarken tresna tansah,
Nulat ing sihe Allah mring sagung titah,
Kluwung pindhanya endah ing warna,
Nyawiji mbangun urip kang ada, tentrem raharja.
(Kidung Pasamuwan Kristen Anyar 319:2)

Saling Mengasihi Sebagai Roh Yang Menghidupkan

Mendah nea rahayu tyang semahan,
klayan nunggil tresnanya mring Gusti
Runtang runtung denira sih-sinihan,
klayan saekapraya lan budi.
Sadinten-dinten sami ngajeng-ajeng,
Mring idi Tuwan sarwi memuji,
Ing satitah nrimah klayan pitajeng,
saha tresna dumugi ing janji.
(Kidung Pasamuwan Kristen Lami 109: 2)

Tunjukkan Aksimu

Lebih dari dua pekan sudah kenangan pahit yang dialami umat Kristiani terlewati. Namun kenangan tersebut masih membekas dengan jelasnya bagi saudara-saudara kita yang mengalami musibah bom bunuh diri di GBIS Kepunton. Peristiwa dua pekan silam lebih masih menyisakan luka batin maupun fisik dan rasa trauma yang mendalam bagi para korban bom bunuh diri. Peristiwa di GBIS Kepunton agaknya mengingatkan kembali peristiwa mencekam yang beberapa kali terjadi dalam kehidupan kekristenan di Indonesia pada rentang waktu 10 tahun terakhir ini.

Identitas Keluarga Kristen Membutuhkan Komunitas

Salah satu kelemahan keluarga Kristen, adalah sering tidak mau menyatu dengan komunitasnya. Sering terdengar keluarga Kristen merasa sendirian tanpa teman saat menghadapi masalah. Mengapa?

Ada banyak alasan, kenapa orang Kristen tidak butuh komunitas. Karena komunitas tidak bisa diharapkan oleh berbagai alasan, lebih bersifat duniawi, atau kurang rohani? Orang Kristen sering lupa, bahwa sebagai mahluk sosial, kita butuh komunitas sebagai habitat, sebagai wahana lingkungan yang kondusif, yang mampu merubah gaya hidup jemaatnya.

Menghasilkan Buah Kerajaan Allah

Minggu ini adalah HPKD (Hari Perjamuan Kudus Dunia) dan HPII (Hari Pekabaran Injil Indonesia). Secara umum, Gereja-gereja di seluruh dunia mengingat kembali tentang hakekat hidup beriman dalam Yesus Kristus. Tuhan Yesus telah mati disalibkan untuk menebus dosa-dosa kita sehingga kita diperdamaikan dengan Allah, bahkan menjadi anggota keluarga Allah. Umat Kristen dipersatukan dengan Tuhan Yesus Kristus. Selain itu, umat Kristen yang satu disatukan dengan umat Kristen yang lain, disatukan menjadi satu tubuh Kristus. Bukankah hal tersebut merupakan sukacita yang besar bagi kita?

Tuhan Memimpin Hidupku

Kita sering mendengarkan dan menyanyikan lagu Tiap Langkahku diatur oleh Tuhan seperti dibawah ini :
Tiap langkahku diatur oleh Tuhan
Dan tangan kasihNya memimpinku
Di tengah gelombang dunia menakutkan
Hatiku tetap tenang teguh
Reff :
Tiap langkahku ku tau Tuhan yang pimpin
Ke tempat tinggi ku dihantarNya
Hingga sekali nanti aku tiba
Di rumah Bapa surga yang baka

Di waktu imanku mulai lemah
Dan bila jalanku hampir sesat
Kupandang juru selamatku yang esa
Aku kuat sebab Tuhan dekat.
Reff :