Ibadah Minggu, 11 Maret 2012 "Undangan Kasih Allah dalam Kehidupan Sehari-hari"

Ibadah Masa Paskah ke III di GKJ Manahan hari ini, Minggu (11/3) bertema “Undangan Kasih Allah dalam Kehidupan Sehari-hari”. Ibadah jam 08.30 WIB menggunakan liturgi khusus dilayani oleh Sdr. Sularto dengan kotbah yang didasarkan dari bacaan leksionari Keluaran 20: 1-17; Mazmur 19; I Korintus 1: 18-25 dan Bacaan Injil dari Yohanes 2: 13-22.

Dalam kotbahnya, Sularto menjelaskan dalam kehidupan bermasyarakat, dalam berbangsa dan bernegara sering timbul rasa kuatir, takut karena kita menghadapi perkara-perkara yang membuat hati kita menjadi berat. Banyak perbuatan-perbuatan tidak baik, yang kejam, yang terjadi disekitar kita. Dalam kehidupan berkeluarga, dalam bermasyarakatpun antara satu dengan yang lainnya sering terjadi perselisihan. Banyak peristiwa yang membuat kita menjadi takut. Lalu dimana adanya kasih itu?

Pencobaan Menguatkan Iman

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus.

Hidup dan kehidupan manusia merupakan proses yang harus dijalani, dari masing-masing orang tertentu prosesnya berlainan.

Sebagaimana proses hidup yang kita alami bersama pada saat ini, keadaan dan situasi ekonomi dan politik di negeri kita tercinta ini semakin hari semakin tidak menentu, sehingga menjadi tekanan dan cobaan hidup yang sangat berat bagi setiap orang, terlebih bagi kita sebagai orang yang percaya. Terkadang di pikiran kita sering muncul pertanyaan “apakah kira-kira mampu untuk melanjutkan perjalanan hidup mendatang?”, apalagi setelah adanya berita keputusan pemerintah untuk menaikan harga BBM bulan mendatang, masyarakat golongan menengah ke bawah itu merasakan kepanikan luar biasa, “aku mengko piye?”.

Perjalanan Penderitaan

Tuhan mengutus kita ke dalam dunia
Bawa pelita kepada yang gelap
Meski dihina serta dilanda duka
Harus melayani dengan sepenuh
Ref. : Dengan senang, dengan senang
Marilah kita melayani umatNya
Dengan senang, dengan senang
Berarti kita memuliakan namaNya.
(Pelengkap Kidung Pujian / PKJ 185:1)

Memandang Sang Imam Besar

Persekutuan Doa Masa Pra-Paskah 2012 di GKJ Manahan hari ini, Selasa (6/3) diawali dengan fragmen visualisasi penderitaan Yesus Kristus, sejak perjamuan terakhir sampai penyaliban. Ditunjukkan dalam visualisasi ketika Yesus Kristus – yang diperankan Bp. Jumadi SP – memecah-mecahkan roti, kemudian pergumulan doa Yesus sampai akhirnya menghadapi pengadilan dan dihukum salib sekalipun Pontius Pilatus tidak menemukan kesalahan ada padaNya. Visualisasi ini dipandu oleh Ibu Yuli Karpono dan Bp. Joko Sugiatno sebagai Narator.

Pelayanan Firman oleh Pdt. Tulung Prasetyo, S.Ag dari GKJ Juwangi didasarkan dari bacaan Ibrani 5: 1-10. Jika kita mendengarkan kisah kesengsaraan Kristus, bila kita renungkan dengan mata hati kita, adalah suatu kejadian tragis dimana seorang yang tidak bersalah dihukum karena hasutan segelintir orang harus menerima hukuman salib, sebuah hukuman yang mengerikan. Dalam peristiwa ini kita melihat betapa hebatnya Kristus membela orang-orang yang dikasihiNya, menanggung derita karena mereka. Darah Kristus adalah sesuatu yang mahal yang dicurahkan untuk menebus dari dosa dan penghukumannya bagi setiap manusia yang percaya pada Yesus Kristus.

Ibadah Pra Paskah II “Perjalanan Penderitaan”

Hari minggu ini (4/3) kita sudah memasuki masa pra-paskah ke II dengan tema “Perjalanan Penderitaan”. Dalam ibadah minggu jam 18.00 WIB, dengan menggunakan liturgi khusus masa pra-paskah II, Sdr. Sularto menyampaikan perenungan Firman Tuhan yang didasarkan dari beberapa bacaan leksionari diantaranya Kejadian 17: 1-7, 15-16; Mazmur 22: 23-31; Roma 4: 13-25 dan bacaan Injil dari Markus 8: 31-38.

Beberapa hari lalu, kita sebagai masyarakat kota Surakarta sedang berfokus pada mobil Esemka, dengan optimisme yang luar biasa sebelum maupun sesudah proses uji emisi, dengan sambutan yang luar biasa, ternyata hasil uji emisi tersebut mengecewakan, mobil Esemka tidak lulus uji emisi, tidak sesuai dengan harapan kita bersama. Peristiwa ini menggambarkan bahwa dalam kehidupan kita sebagai manusia, tidak satupun dari kita menginginkan kegagalan. Yang kita inginkan hanyalah kesempurnaan, kebaikan dalam hidup. Penderitaan bukanlah hal yang kita harapkan. Yang namanya manusia, pasti anti terhadap penderitaan. Kalaupun ada yang mau menderita atau menanggung hal tidak menyenangkan, biasanya memiliki motif tersembunyi. Manusia selalu berusaha menghindari penderitaan, selalu berusaha supaya hidupnya menjadi sempurna.

Janji Tuhan Menyertai Manusia

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus.
Di setiap hari kehidupan manusia, seringkali disibukkan oleh pergumulan bagaimana hidup ini dijalani dengan nyaman, serba kecukupan untuk segala sesuatu yang dibutuhkan, bahkan kalau bisa melebihi dari yang sekedar sudah dipunyai itu. Manusia bergulat dengan kebutuhannya dan ada juga manusia yang bergulat dengan keinginannya.

Basa – Basi vs Kejujuran

Jemaat yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus,

Tentunya tidak asing dengan lagu populer yang dilantunkan oleh salah satu group band di Indonesia, yang salah satu syairnya "tapi buka dulu topengmu...biar kulihat wajahmu...tapi buka dulu topengmu...biar kulihat wajahmu..." syair ini ingin bertanya, kebenaran apakah sebenarnya yang ada dibalik topengmu??? Dalam istilah seni, topeng merupakan alat penutup wajah yang memunculkan beragam ekspresi. Topeng seringkali juga digunakan untuk memanipulasi ekspresi wajah dari seseorang dan memanipulasi identitas seseorang.

Ibadah Perjamuan Kudus, 12 Februari 2012 Cara Sederhana Tuhan dalam Berkarya

Ibadah perjamuan kudus, Minggu (12/2) jam 18.00 WIB di GKJ Manahan dilayani oleh Pdt. Em. Widya Notodiryo, S.Th dengan kotbah yang didasarkan dari II Raja-Raja 5: 1-14 tentang kisah Naaman. Pendeta Widya mengawali kotbahnya dengan suatu kesaksian, suatu sore beliau menerima telepon dari seorang jemaat, menanyakan bilama anaknya akan dibawa ke KKR Penyembuhan di Semarang. Penelpon itu bertanya, apakah rencana tersebut sesuai dengan ajaran GKJ atau tidak. Jawab beliau, "Kalau anda yakin Tuhan akan menolong, pergilah.

Ibadah Syukur HUT GKJ Manahan ke-83

"Saiyeg Saekakapti Mbangun Pasamuan Ingkang Dados Lantaraning Berkah Tumrap Sesami" demikian tema Ibadah HUT ke-83 GKJ Manahan Surakarta yang diselenggarakan Rabu (8/2) minggu lalu. Dalam bahasa Indonesia, "Seiya Sekata Membangun Jemaat Menjadi Saluran Berkat Bagi Sesama". Inilah salah satu tujuan GKJ Manahan yang dibawakan dalam guyon waton sebagai pembuka ibadah syukur HUT GKJ Manahan yang lalu. Kelompok Punakawan yang salah satunya diperankan oleh Vikaris Samuel sebagai Semar telah menarik perhatian jemaat GKJ Manahan dalam pembukaan ibadah syukur ini.