Hidup Berarti Memberi Buah

Kesulitan hidup manusia dapat terjadi, dikarenakan manusia sering mempersulit kehidupan sendiri. Sehingga hidupnya tidak dapat memberi buah kepada sesama, oleh karena itu manusia hidup harus dapat mencari kehidupan untuk menghidupi hidupnya, agar hidupnya dapat berbuah kepada sesama, kehidupan orang beriman untuk terus dapat berbuah, buah yang dihasilkan seseorang karena kasih dan anugerah Allah.

Hidup Untuk Tuhan

Jemaat yang dikasihi Tuhan,
Dalam bacaan kita yang pertama menceritakan tentang Yusuf seorang Raja Muda di Mesir. Kita tahu perilaku saudara-saudaranya yang pernah menyakitinya baik secara fisik maupun mental bahkan nyaris membunuhnya. Tapi, apa yang dilakukan Yusuf kepada saudara-saudaranya? Balas dendam? Tidak! Walaupun Yusuf telah diperlakukan oleh saudara-saudaranya dengan tidak adil bahkan sampai harus berpisah dengan bapak yang sangat di kasihi, harus bekerja keras sebagai budak di Mesir.

Firman Menyatakan Kesalahan dan Kebenaran

Dalam kehidupan ini manusia rentan melakukan kesalahan. Oleh karena itu, Allah menunjuk hambaNya untuk menjaga dan mengingatkan umatNya. Namun dalam perkembangan selanjutnya tugas sebagai penjaga harus juga dilakukan oleh semua orang. Terlebih dalam sebuah persekutuan umatNya, harus saling mengingatkan dan menguatkan. Saling menjaga dan mengingatkan adalah tugas pelayanan kita dalam persekutuan KasihNya, tetapi seringkali proses ini malah menimbulkan masalah baru. Kita tidak cukup mempersiapkan diri untuk melakukan hal itu, terlebih lagi kita seringkali tidak cukup berani untuk melakukannya.

Ibadah Minggu, 9 Oktober 2011

Ibadah minggu (9/10) jam 16.00 WIB di GKJ Manahan dilayani oleh Vikaris Samuel Arif Prasetyono, S.Si dengan kotbah yang didasarkan dari Surat Filipi 4: 1-9. Diawal kotbahnya, Samuel mengenakan blangkon. Dengan blangkon ini, hendak ditunjukkannya bahwa blangkon telah menjadi ciri identitas bagi orang jawa. Mengapa blangkon menjadi cirikhas jawa? Siapakah yang menentukan bahwa blangkon harus menjadi ciri khas orang jawa? Atau mungkin koteka menjadi ciri khas orang Papua dan lain-lain. Bukan Tuhan atau raja yang menentukan, melainkan komunitas. Jika banyak orang menyatakan sebuah ciri tertentu menjadi simbol bagi suatu suku tertentu, maka istilah khas itu dilekatkan.

Ibadah Emiritasi Pdt. Widya Notodiryo, S.Th “Syukur Karena Kasih Setia Tuhan Dimampukan”

Hari Jumat (7/10) yang lalu, jemaat GKJ Manahan menyelenggarakan kebaktian Emiritasi Pdt. Widya Notodiryo, S.Th. Ibadah dimulai jam 17.00 WIB dengan pembuka berupa perarakan Majelis, Pdt. Widya dan para pendeta gereja sekitar. Votum dan Salam dilayankan oleh Pdt. Fritz Yohanes Dae Panny, S.Si, kemudian Pelayanan Emiritasi dilayankan oleh Pdt. Nomolas Daryanto selaku Pengunjung Gerejawi Sinode XXV GKJ.

Ibadah Perjamuan Kudus Sedunia, 2 Oktober 2011

Minggu lalu (2/10) di GKJ Manahan diselenggarakan ibadah dengan menggunakan liturgi khusus dari Gereja Masehi Injili Bolaang Mongondow (GMIBM) dalam rangka peringatan Hari Perjamuan Kudus Sedunia dan Hari Pekabaran Injil Indonesia. Dalam hal jam ibadah, khusus hari ini dilakukan perubahan jam ibadah bagi ibadah siang dari seharusnya jam 08.30 WIB diundur menjadi jam 09.00 WIB untuk memberi jeda waktu persiapan antar jam ibadah yang menggunakan liturgi khusus. Ibadah pagi jam 06.30 WIB dilayani oleh Pdt. Widya Notodiryo, S.Th, sedangkan ibadah jam 09.00 WIB dilayani oleh Pdt. Fritz Yohanes Dae Panny, S.Si dengan kotbah yang didasarkan dari Matius 21: 33-46.

Kegiatan Masa Bulan Keluarga 2011

Sehubungan dengan telah dimulainya Masa Bulan Keluarga mulai tanggal 09 Oktober s/d 30 Oktober 2011, Panitia Bulan Keluarga Tahun 2011 dengan tema "IDENTITAS KELUARGA" akan mengadakan serangkaian kegiatan sebagai berikut :

1. Lomba Koor Keluarga Antar Blok
Lomba Koor akan diselenggarakan pada hari Minggu, 09 Oktober 2011 jam 08.00 wib

Ibadah Minggu, 18 September 2011 “Teruslah Bersemangat Untuk Tuhan”

Ibadah Minggu (18/9) jam 18.0 WIB di GKJ Manahan menggunakan liturgi khusus hari Alkitab yang diadaptasi dari model liturgi Model Liturgi dari Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) Gunung Sitoli – Nias – Sumatra Utara. Pelayanan Firman oleh Bp. Drs. Ec. Dwi Danan PP, M.Si dengan kotbah yang didasarkan dari Roma 12: 11 dan Ibrani 6: 11. Berikut ini ringkasan kotbahnya yang bertema “Teruslah Bersemangat Untuk Tuhan”.

Mengapa kita diminta bersemangat? Pertama, karena Firman Tuhan adalah suatu kebenaran. Tidak ada kebenaran yang lain. Kedua, karena Firman Tuhan itu menuntun kita kepada karya keselamatan. Firman Tuhan itu yang membimbing kita sehingga kita selamat.

Ibadah Minggu, 11 September 2011 “Pengampunan Yang Tiada Batas”

Ibadah Minggu (11/9) jam 08.30 WIB di GKJ Manahan dilayani oleh Pdt. Fritz Yohanes Dae Panny, Ssi, dengan kotbah yang didasarkan dari Matius 18: 21-35. Berdasarkan bacaan tersebut, kotbah membahas mengenai pengampunan yang tiada batas. Di awal kotbahnya, Pdt. Fritz menunjukkan sebuah buku berjudul Dua Tahun Pertama Hidup Berkeluarga, karangan Kathleen Fischer Hart dan Thomas N. Hart. Satu bagian buku tersebut menyatakan kisah tentang Toni dan Santi yang telah lima tahun berkeluarga tetapi sejak tahun pertama sudah mengalami konflik. Masing-masing merasakan tidak ada yang spesial dalam kehidupan berkeluarga mereka. Oleh sebab mereka saling memendam kemarahan dan merasa susah dan tidak mampu mengenal pasangannya dengan baik, akibatnya mereka tidak merasakan ada yang istimewa dalam hubungan mereka.

Generasi yang Memiliki Karakter Kristus

Minggu ini kita memasuki Penutupan Pekan Pendidikan Kristen yang diselenggarakan oleh LPPPK Sinode. Tujuan dari Pepenkris sendiri adalah menumbuhkan karakter anak-anak, baik usia dini, remaja dan pemuda yang ideal. Pertanyaannya adalah karakter apa dan bagaimana yang ideal sehingga menunjukkan anak, remaja, pemuda yang berkarakter? Tentunya dalam konteks Pekan Pendidikan Kristen, karakter yang ideal adalah yang sesuai dengan karakter Kristus. Lalu apa saja yang dapat dikategorikan sebagai karakter Kristus? Setidaknya yang dapat kita lihat: