Persekutuan Doa Akhir Bulan, 30 Juni 2012

Hari Sabtu kemarin, (30/06) jemaat GKJ Manahan menyelenggarakan Persekutuan Doa Akhir Bulan dengan pengkotbah Pdt. Nunung Istininghyang dari GKJ Joyodiningratan. Kotbah yang disampaikan didasarkan dari Matius 6: 25-34 mengenai hal kekuatiran.

Diawal kotbahnya, Pdt. Nunung menyampaikan bahwa manusia jika mengalami penderitaan, memang biasanya menyalahkan Tuhan. Tetapi jika mengalami keadaan baik, melupakan Tuhan yang sudah memberkatinya. Inilah kenyataan kehidupan, mudah bagi kita mengucapkan "Tuhan sungguh amat baik" saat kita mengalami hidup yang baik dan akan sukar mengucapkannya jika mengalami keadaan tidak baik.

Ibadah Minggu, 24 Juni 2012 “Bukti Iman”

Ibadah hari Minggu ini (24/6) di GKJ Manahan dilayankan sakramen Sidi pada jam 16.30 WIB dan sakramen Baptis pada jam 08.30 WIB. Jemaat yang menerima sakramen diantaranya 1 orang menerima sakramen sidi, 4 orang baptis dewasa dan 4 anak menerima sakramen baptis anak. Pendeta Fritz Yohanes Dae Pany, S.Si yang melayani dalam kedua ibadah tersebut mendasarkan kotbahnya dari Mazmur 9: 9-21.

Ibadah Minggu, 3 Juni 2012

Ibadah Minggu ini (3/6) minggu Trinitas, ibadah jam 18.00 WIB dilayani oleh Vikaris Samuel Arif Prasetyono. Kotbah didasarkan bacaan leksionari dari Yesaya 6:1-8; Mazmur 29; Roma 8:12-17 dan Bacaan Injil Yohanes 3: 1-17. Dalam kotbahnya, disampaikan bahwa ketika kita mengingat kata Trinitas, kita diingatkan kembali tentang sejarah karya penyelamatan Allah yang dimulai oleh bangsa Israel senantiasa dituntun Allah dalam hidupnya dilanjutkan kepada manusia yang menjadi karya penebusan Allah dalam pribadi Yesus Kristus lalu penyertaan Allah dalam kehidupan gereja mula-mula. Inilah karya penyelematan Allah yang boleh kita nikmati saat ini. Seseorang yang ingin masuk dalam karya penyelamatan Allah, maka dia harus dilahirkan kembali oleh air dan Roh. Itu merupakan syarat yang mutlak bagi orang Kristen.

Ibadah Minggu, 20 Mei 2012 “Doa dan Kesaksian Kita”

Ibadah hari ini (20/5) di GKJ Manahan menggunakan Liturgi Khusus Minggu Paskah ke VII dengan tema “Doa dan Kesaksian Kita”. Sdr. Sularto melayani dalam ibadah jam 18.00 WIB di gereja induk, dengan kotbah yang didasarkan pada bacaan leksionari diantaranya Kisah Para Rasul 1: 16-17, 21-26; Mazmur 1: 1-3; I Yohanes 5: 9-13; Injil Yohanes 17: 6-16.

Bagaimana kita menghayati doa? Sebenarnya apakah doa itu? Apakah doa telah menjadi sekedar formalitas religius kita - ketika kita mensyukuri berkat Tuhan maka kita ucapkan syukur dengan berdoa? Sering kali kita anggap doa hanyalah rutinitas, sehingga kita kehilangan makna bahwa doa adalah ketika kita membangun komunikasi dan relasi dengan Allah.

Persekutuan Doa Masa Pentakosta 2012 “Sukacita dalam Penderitaan”

Menyambut masa Pentakosta, jemaat GKJ Manahan Surakarta menyelenggarakan Persekutuan Doa Masa Pentakosta pada hari Senin (14/5) yang lalu. Pdt. Hida Diyanto, M.Si dari GKJ Cakraningratan melayani pemberitaan Firman Tuhan yang didasarkan dari bacaan Roma 5: 1-5, I Petrus 1: 6-7. Di awal kotbahnya, Pendeta Hida Diyanto memberikan pertanyaan : “Apa yang menyebabkan penderitaan?” Kalau kita belajar dari kesaksian Alkitab, penderitaan bisa muncul karena rupa-rupa pencobaan. Tuhan Yesus pernah dicobai iblis, demikian pula Ayub dan Yusuf.

Kebaktian Minggu, 13 Mei 2012 "Berasal dari Allah"

Kebaktian pada jam 06.30 dipimpin oleh Pdt. Santosa Budi Harjono, M.Th. Pada kebaktian ini diadakan pula perjamuan kudus reguler. Pdt. Santosa Budi Harjono, M.Th menyampaikan Firman yang diambilkan dari Yohanes 15:9-17.
Dalam kotbah diceritakan seorang hamba bekerja bukan dengan tulus namun karena mengharapkan upah. Oleh sebab itu seorang hamba tidak akan pernah mendapat bagian dalam warisan tuannya. Dahulu kita adalah hamba namun karena kasih Tuhan, kita telah menjadi sahabatNya. Yesus begitu mengasihi kita bahkan Yesus rela memberikan nyawaNya untuk kita- sahabatNya (Yoh15:13). Namun tidak begitu saja kita bisa menjadi sahabat Yesus, ada syarat yang harus kita penuhi yaitu: berbuat seperti apa yang Tuhan perintahkan (ay14). Perintah Tuhan adalah supaya kita saling mengasihi seperti Tuhan sudah mengasihi kita (ay12). Bukan dengan kasih sembarang kasih namun dengan kasih Agape. Agape berarti kasih yang teragung, seperti kasih yang Tuhan berikan bagi kita. Di dalam Alkitab berbahasa Yunani bahkan ditulis dengan istilah agapete, yang berarti kasih yang timbal-balik.

Persekutuan Pemuda Blok XI "Kebersamaan dalam Persekutuan"

Pemuda blok XI GKJ Manahan mengadakan Persekutuan Pemuda pada hari ini, Jumat (11/5) di rumah Bp. Eko Purwanto. Acara persekutuan yang baru kedua kalinya diselenggarakan ini dimulai dengan memuji Tuhan bersama dipimpin oleh Sdri Tiara Vega.

Perenungan Firman Tuhan disampaikan oleh Sdr. Sularto yang mengambil Roma 12: 11 -12 sebagai dasar. Dalam renungan yang disampaikannya, dinyatakan bahwa Paskah, kebangkitan Kristus adalah kondisi baru dari kehidupan yang lama, yang penuh dosa, menjadi kehidupan baru. Firman Tuhan mengajak kita semua kembali dikuatkan janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

Ibadah Minggu, 6 Mei 2012 "Hidup Harus Berbuah oleh Karya Roh Kudus"

Hari minggu ini (6/5) jemaat GKJ Manahan memasuki masa perayaan Pentakosta, diawali dengan ibadah khusus pembukaan masa Pentakosta. Dan depanjang hari ini, memperingati hari bumi dalam semua jam ibadah di GKJ Manahan secara simbolis dilakukan penanaman pohon palem oleh pengkotbah, dan menyerukan ajakan bagi seluruh warga blok di GKJ Manahan Surakarta untuk menanam pohon palem.

Ibadah hari ini dilayani bergantian oleh Pdt. Fritz Yohanes Dae Panny, S.Si dan Vikaris Samuel Arif Prasetyono, S.Si. Kotbah didasarkan dari bacaan Injil Yesus Kristus menurut Yohanes, Pasal 15:1-8. Di awal kotbahnya, disinggung mengenai peristiwa kekerasan yang beberapa hari lalu terjadi di kota Solo. Menurutnya, peristiwa tersebut mengakibatkan harmoni atau keselarasan kota Solo menjadi rusak. Tidak hanya kerusakan materi, fisik, psikologis - ada ketakutan-ketakutan masyarakat yang membangun portal dari kayu -, juga ada dendam.

Kebaktian Padang Adiyuswa "Bersorak-sorailah bagi Tuhan"

Sabtu pagi (5/5) para jemaat adiyuswa (lansia) GKJ Manahan menyelenggarakan kebaktian padang di Camping Ground Tawangmangu, Karanganyar. Tema "Bersorak-sorailah Bagi Tuhan" menjadi semangat bagi para adiyuswa untuk mengikuti kebaktian padang ini. Hal ini tampak dari pembukaan, lagu-lagu yang mereka nyanyikan menunjukkan semangat mereka yang belum pudar sekalipun sudah lanjut usia. Langen Sekar Manunggal yang mempersembahkan lagu pujian-pun tampak bersemangat, menyanyi dengan penuh sukacita. Demikian pula peserta, bertepuk tangan turut mengiringi nyanyian kelompok langen sekar tersebut.

Mazmur 66: 1-2 menjadi dasar perenungan Firman Tuhan yangi disampaikan oleh Pdt. Fendi Susanto dari GKJ Dagen, Palur. Sebelum renungan disampaikan, Pendeta Fendi memvisualisasikan firman Tuhan dengan Wayang Purwo. Dijelaskannya dalam visualisasi bahwa kedamaian, ketenteraman diberikan dalam hidup manusia yang diberkati oleh Allah. Inilah kehidupan yang seharusnya kita hadapi, bahwa Allah menciptakan dunia itu baik keadaannya. Namun kejatuhan manusia menimbulkan kekacauan, keterbalikan keadaan dari kondisi semula, hidup menjadi sumber kekacauan. Kondisi kekacauan itu membuat kita tidak bisa bersorak-sorai memuji Tuhan.