Ibadah Minggu, 2 September 2012

Ibadah Minggu (2/9) di GKJ Manahan pada jam 18.00 WIB dilayani oleh Vikaris Samuel Arif Ppresetyono, S.Si. Kotbah didasarkan dari Yakobus 1: 26-27. Di awal kotbahnya, diceritakan bahwa dalam sebuah surat kabar yang dibacanya, ada sebuah artikel yang berjudul "Kecelakaan Lalu-Lintas Adalah Manifestasi Agama". Apa kaitannya lalu lintas dengan agama? Menurut penulis, cara berkendara seseorang mencerminkan kualitas spiritualitas imannya. Seharusnya kalau orang beriman, dapat mengendalikan diri, sabar dan kesabaran itu membuatnya bisa terhindar dari kecelakaan lalu lintas, dan bukannya kualitas keimanan yang menjadi alasan untuk selalu menuntut selalu didahulukan.

Sekolah Minggu Remaja : Belajar Menghafal Ayat

Keceriaan anak-anak remaja GKJ Manahan hari ini (2/9) dalam kegiatan Sekolah Minggu Remaja tampak mengasikkan. Dalam sesi persekutuan besar yang dipandu oleh Sdri. Dorkas Natalina, warga jemaat blok XII, anak-anak bermain-main dengan botol bekas selai, dan bermain sambung kata dengan materi ayat-ayat firman Tuhan, yang sebelumnya telah mereka pelajari dalam kelompok-kelompok tumbuh bersama dalam setiap sesi Sekolah Minggu.

Matius 4.1-11 menjadi dasar perenungan Firman Tuhan. Kisah pencobaan Tuhan Yesus oleh iblis di padang gurun, ditunjukkan bahwa Tuhan Yesus menjawab setiap pencobaan iblis menggunakan kata 'ada tertulis'. Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan Yesus mengerti dan hafal setiap pengajaran Firman Tuhan kepada bangsa Israel.

Ibadah Minggu, 26 Agustus 2012 “Gunakan Perlengkapan Senjata Allah”

Ibadah Minggu (26/8) jam 16.00 WIB di GKJ Manahan Surakarta dilayani oleh Pendeta Fritz Yohanes Dae Panny, S.Si. Kotbah didasarkan dari bacaan Efesus 6: 10-20. Dalam kotbahnya, disampaikannya mengenai para pejuang kemerdekaan Indonesia. Bahwa belum lama ini kita memperingati kemerdekaan Republik Indonesia ke-63, kemerdekaan dari penjajahan Belanda dan Jepang. Mengenai para pejuang kemerdekaan, mari membandingkan bagaimana perawakan para pejuang kemerdekaan Indonesia dibandingkan dengan warga negara Indonesia zaman sekarang ini, tentunya secara fisik beda karena para pejuang terlatih untuk berperang. Sekalipun senjata perang para pejuang kemerdekaan sangat sederhana bila dibandingkan dengan milik penjajah, tidak mengurangi semangat juang. Kemerdekaan Republik Indonesia, diraih dengan keberanian berjuang merebut kemerdekaan. Keberanian berjuang dalam segala macam keterbatasan.

Persekutuan Pemuda Blok XI : "Mengikut Kristus = Merdeka"

Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan. (Galatia 5: 1) Demikian ayat nats yang menjadi dasar perenungan dalam persekutuan pemuda blok XI hari ini, Jumat (10/8) di rumah Bp. Bagyo Sucahyo. Dalam persekutuan pemuda ini, Bp. Dwi Danan, MM selaku pengajar firman Tuhan mendasarkan perenungan firman juga dari bacaan Injil Yohanes 8: 30-36. Dijelaskannya dalam renungan yang disampaikannya mengenai definisi merdeka. Dalam bahasa yunani, kata merdeka diungkapkan sebagai ‘elioteria’ yang berarti kemerdekaan dari perbudakan. Orang merdeka berarti orang yang terbebas dari perbudakan.

Lantas, orang Kristen dibebaskan dari apa? Roma 8: 1-2 menyatakan bahwa orang percaya dimerdekakan dari hukum dosa dan hukum maut. I Yohanes 3: 4 mendefinisikan dosa adalah pelanggaran hukum Allah. Hukum Allah yang berupa hukum kasih, yang jika kita tidak melakukannya merupakan pelanggaran terhadap hukum Allah. Di dalam kasih, terdapat usaha untuk menyenangkan hati orang yang dikasihi dan berusaha pula tidak menyakiti. Demikian seharusnya kita mengasihi Allah dan sesama kita.

Ibadah Minggu, 5 Agustus 2012 - Pembukaan Pekan Pendidikan Kristen

Jemaat GKJ Manahan membuka Pekan Pendidikan Kristen dalam ibadah yang diselenggarakan hari ini (5/8). Pendeta Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th, MA yang melayani dalam ibadah ini mendasarkan kotbahnya dari Injil Yohanes 6: 24-35. Di awal kotbahnya, disampaikan bahwa hidup manusia adalah proses mencari. Setiap saat, setiap waktu kita mencari. Mencari pekerjaan, mencari ilmu, mencari teman, mencari jodoh maupun mencari identitas diri dan lain-lain. Adakalanya kita mendapatkan apa yang kita cari, terkadang tidak. Kadang kita mencari ditempat yang benar, kadang tidak.

Ibadah Minggu, 29 Juli 2012 "Sungguh Tidak Terbatas KuasaNya"

Ibadah minggu (29/7) di GKJ Manahan, jam 18.00 WIB dilayani oleh Pendeta Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th, MA. Kotbah didasarkan dari Injil Yohanes 6:1-15. Di awal kotbahnya diceritakan kisah seorang gadis kecil, berasal dari lingkungan biasa, tumbuh dalam keluarga yang taat pada Tuhan. Suatu hari ia menangis di gereja, tanpa seorangpun memperhatikannya, kecuali pendetanya yang memperhatikannya. Katanya pada pendeta, dia tidak memiliki tempat duduk di Sekolah Minggu. Kemudian, atas bantuan pendetanya tersebut, gadis kecil itu memperoleh tempat duduk di kelas Sekolah Minggu.

Ibadah Peringatan Hari Anak tahun 2012

Sukacita peringatan hari Anak tahun ini dirayakan dalam ibadah oleh jemaat GKJ Manahan. Dalam ibadah pagi yang dilayani oleh Pendeta Fritz Yohanes Dae Pany, S.Si, anak-anak dilibatkan dalam rangkaian prosesi ibadah. Beberapa anak sekolah minggu ada yang bermain drama pendek, ada pula yang melayani sebagai pemusik, pemandu nyanyian jemaat, pembaca firman Tuhan, pendoa, bahkan petugas persembahanpun anak-anak terlibat membantu pelayanan didalamnya. Hal ini tidak hanya untuk melatih anak-anak memiliki rasa tanggung jawab, tetapi juga untuk menumbuhkan rasa kasih dan penghargaan kepada anak-anak, bukan mengesampingkan mereka dalam ibadah gereja.

Pendeta Fritz mendasarkan kotbahnya dari Injil Markus 10:13-16. Diawal kotbahnya, dinyatakannya bahwa melalui bacaan ini, kita diingatkan bagaimana sikap Allah terhadap anak-anak, dan bagaimana cara Allah menerima orang-orang yang lemah. Kita tahu bahwa dalam dunia ini, ada istilah "yang kuat adalah pemenang". Inilah sistem pendidikan dunia, orang-orang yang menganut cara pandang ini akan menempatkan orang-orang yang kuat pada tempat istimewa dan merendahkan mereka yang lemah, entah dalam hal fisik, sosial, ekonomi ataupun dalam berbagai hal kehidupan kita ini.

Ibadah Minggu, 15 Juli 2012 "Kesetiaan"

Hari ini (15/7) dalam ibadah minggu jam 06.30 dan 08.30 WIB di GKJ Manahan, dilayani oleh Pdt. Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th. Kotbah didasarkan dari Injil Matius 6: 14-29. DI awal kotbahnya, pendeta Ratih menceritakan pengalamannya selama menempuh studi S-2 di Kampen, Belanda. Kaitannya dengan tema kotbah yaitu kesetiaan, dinyatakannya bahwa kesetiaan itu penting. Kesetiaan pada Tuhan, keluarga, pendidikan dan apapun tanggung jawab yang diberikan Tuhan kepada kita.

Ibadah Minggu, 1 Juli 2012 “Bukti Iman dalam Relasi”

Hari ini (1/7) dalam ibadah minggu di GKJ Manahan jam 16.00 WIB dilayani oleh Pendeta Fritz Yohanes Dae Panny, S.Si. Ibadah diselenggarakan menggunakan liturgi ibadah minggu I, dengan kotbah dan didasarkan dari II Samuel 1: 17-27 tentang ratapan Daud atas kematian Raja Saul dan Yonatan sahabatnya.

Di awal kotbahnya, pendeta Fritz menyampaikan sekilas kotbahnya minggu lalu, dalam kotbahnya yang lampau, telah disampaikan bahwa sebagai orang kristen kita perlu membuktikan iman kita, tidak hanya kepada sesama melainkan juga kepada Tuhan. Minggu ini kita belajar mengenai bukti iman dalam relasi. Setiap orang yang membangun relasi dengan sesama tentunya berharap hubungan relasional ini berlangsung baik dan awet. Apapun relasi yang dibangun, entah hubungan orang tua dengan anak, maupun relasi dengan orang lain tentunya harapannya adalah saling menerima, bukan pembedaan-pembedaan berdasarkan hal-hal yang menimbulkan perpecahan.