Ibadah Peringatan Paskah Komisi Warga Dewasa “Lihatlah Manusia Itu”

Hari ini, Jumat (29/4) Komisi Warga Dewasa GKJ Manahan menyelenggarakan ibadah peringatan paskah. Ibadah bertema “Lihatlah manusia itu” dimulai dengan nyanyian pujian dan litani oleh Sdr. Sularto. Kotbah disampaikan oleh Pdt. Sugeng Prasetyo, S.Pd, S.Th dari GKJ Klaten, dengan kotbah berjudul “Bangkit, Bawalah Damai untuk Semua Orang” dan bacaan firman Tuhan yang didasarkan dari Kisah Para Rasul 10: 34 – 43.

Ibadah Fajar Paskah, 24 April 2011 "Aku Telah Melihat Tuhan"

Ibadah Fajar Paskah, hari ini diselenggarakan mulai jam 05.00 WIB, ibadah yang diawali di halaman SD Kristen Manahan ini dipimpin oleh Pdt. Fritz Yohanes Dae Panny, S.Si, dengan perarakan pendeta, majelis dan jemaat bersama-sama menuju gedung ibadah.

Aku Telah Melihat Tuhan

"Aku telah melihat Tuhan!" Demikianlah kata Maria Magdalena kepada murid-murid Tuhan Yesus pada hari ketiga kematian Tuhan Yesus. Wajah Maria nampak begitu ceria dan antusias, memperlihatkan kebahagiaan yang luar biasa. Padahal, beberapa saat yang lalu wajahnya sangat sayu karena sedih, perih, kecewa, tertekan, marah dan beribu perasaan yang lain yang menyakitkan terkait dengan kematian Yesus yang sangat dicintainya serta ketiadaan mayat Yesus di kubur. Ia seperti bunga yang layu dan kering.

Mempunyai Hati Seorang Hamba

Permasalahan yang ada pada manusia, konflik bahkan kekerasan fisik maupun psikis, hal ini terjadi karena adanya perbedaan pendapat, ketidakcocokan, merasa dirinya lebih tinggi kedudukannya daripada orang lain juga lebih senior, dianggap orang lain juniornya, ini dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari misalnya dalam kehidupan keluarga, di kantor, di kampong, bahkan mungkin dalam gereja.

Roh Kudus yang Membangkitkan

Lamun kula kesayahen kamomotan kemengan
Kula marek, dhuh Pamarta, nyuwun ayem mring Tuwan
Kula marek, dhuh Pamarta, nyuwun ayem mring Tuwan
Nyuwun ayem dhuh Pamarta, Tuwan kang nebus mring wang.
(Kidung Pasamuwan Kristen Lami /KPKL 145:1)

Ibadah Jumat Agung, 22 April 2011 “Kematian Yang Membawa Kehidupan”

Memperingati kematian Tuhan Yesus, jemaat GKJ Manahan mengadakan ibadah Jumat Agung hari ini, Jumat (22/4). Ibadah dengan tema “Kematian yang Membawa Kehidupan” ini dilayani oleh Pdt. Ratih Suryaning Handayani, M.Th yang mendasarkan kotbahnya dari Yohanes 19: 16b-27 dengan Nats dari Markus 15: 34. Berikut ringkasan kotbah Pdt Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th.

Ibadah Kamis Putih, 21 April 2011 “Hendaklah Saling Membasuh Kaki”

Sejak pukul 16.00 WIB, GKJ Manahan sudah ramai oleh kehadiran jemaat. Ibadah rencananya dimulai jam 17.00 WIB, namun jemaat tampak sungguh-sungguh ingin datang lebih awal, sekalipun hujan deras yang sempat mengguyur tak menyurutkan semangat jemaat untuk hadir. Ibadah sore jam 17.00 WIB dilayani oleh Pdt Widya Notodiryo, S.Th sedangkan ibadah jam 19.00 WIB dilayani oleh Pdt. Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th.

Ibadah Minggu Palem, 17 April 2011 “Mempunyai Hati Seorang Hamba”

Hari minggu ini, (17/4) kita memperingati minggu palem, dimana Yesus dielu-elukan oleh banyak orang saat memasuki kota Yerusalem, kota yang setelahnya akan lantang meneriakkan penyaliban Yesus Kristus. Dalam ibadah minggu di GKJ Manahan, minggu palem diperingati dengan ibadah yang dibuka dengan perarakan Pengkotbah, majelis dan anak-anak yang melambai-lambaikan daun palem. Ibadah jam 06.30 dan 18.00 WIB dilayani oleh Pdt. Retno Ratih SH, M.Th, sedangkan ibadah jam 08.30 WIB oleh Sdr. Samuel Arif Prasetyono, S.Si, selanjutnya sore jam 16.00 WIB oleh Pdt. Fritz Yohanes Dae Panny, S.Si.

Ibadah Minggu, 10 April 2011

Ibadah jam 16.00 WIB dilayani oleh Sdr. Samuel Arif Prasetyono, S.Si, calon pendeta GKJ Manahan. Kotbah disampaikannya berdasar Roma 8: 12-17. Di awal kotbahnya, Sdr. Samuel menyampaikan ilustrasi mengenai angin, yang sekalipun tidak tampak tapi bisa kita rasakan. Angin juga bisa memberi daya untuk pembangkit listrik, kapal layar dan banyak lagi manfaat angin dalam hidup kita. Jika saja tanpa angin, kita tidak bisa hidup, karena tidak bisa bernafas. Seandainya kita berada dalam ruangan tanpa ventilasi, bisa saja lama-lama kita menjadi sesak.