Sehati Sepikir Untuk Mewartakan Terang

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus. Sehati sepikir merupakan landasan bagi setiap orang untuk mewartakan terang. Dengan adanya kesehatipikiran tersebut maka tugas mewartakan terang akan semakin optimal. Karena ketika sehati sepikir itu tidak ada maka akan memungkinkan timbulnya perpecahan yang menyebabkan misi mewartakan terang akan tersendat.

Pada minggu yang lalu kita telah menentukan pilihan bakal calon pendeta, siapapun yang terpilih itulah yang terbaik dikehendaki Tuhan dan khususnya terbaik untuk perkembangan GKJ Manahan kedepan. Diantara kita pasti mempunyai perbedaan pandangan dan alasan masing-masing untuk menentukan pilihan tersebut, namun kami percaya bahwa dengan adanya perbedaan itu tidak menjadikan perpecahan antar kelompok maupun antar individu, namun sebaliknya untuk saling menguatkan sehingga misi mewartakan terang dapat kita rasakan bersama.

Di Utus Menjadi Pewarta Terang

Setiap hari ada banyak berita yang kita dengar dan kita baca melalui berbagai mass media. Ada berita tentang harga cabai yang tidak juga turun, berita penderitaan masyarakat di sekitar Magelang dan Muntilan karena banjir lahar dingin, berita kasus Gayus yang semakin berkembang dan tak jelas penyelesaiannya, berita joki tukar napi dan masih banyak berita lain muncul dalam hidup kita.

Menjadi Manusia yang Berkenan di Hadapan Allah

Allah menghendaki umat yang telah diselamatkan dapat hidup seperti 'hamba' Allah dan Yesus Kristus adalah teladan bagi orang percaya dalam rangka menjadikan dirinya hamba yang berkenan di hadapan Allah. Pertanyaannya adalah bagaimana caranya agar hidup kita sebagai orang percaya berkenan di hadapanNya?

Ibadah Minggu, 13 Februari 2011 Ketaatan Sejati

Kotbah

Ibadah Minggu (13/2) jam 18.00 WIB dilayani oleh Pdt. Widya Notodiryo. Dalam ibadah ini, berlangsung pula sakramen perjamuan kudus. Kotbah dengan tema ketaatan didasarkan pada Injil Matius 5: 21-37. Dalam kotbahnya, Pdt. Widya menyatakan bahwa menjadi orang yang taat itu sangat baik. Tetapi jika ketaatan itu hanyalah sekedar taat, itu tidak baik. Taat yang sesungguhnya haruslah disertai dengan kesungguhan hati, bukan karena diawasi. Dalam kehidupan bergereja, mungkin ada diantara kita yang hadir dalam ibadah karena merasakan sebagai suatu kewajiban. Bukan karena panggilan Allah untuk kita bersekutu denganNya.

HUT Ke 82 GKJ Manahan “Sambet Raos Ingkang Supeket Pasamuan Dados Rumaket”

Hari Selasa (8/2) tepat GKJ Manahan berusia 82 tahun dan kebahagiaan ini diungkapkan dalam ibadah syukur dan perayaan hari ulang tahun GKJ Manahan oleh jemaat. Ibadah yang dimulai jam 17.00 WIB ini menggunakan liturgi khusus berbahasa jawa. Yang unik dalam ibadah ini, majelis dan jemaat kompak mengenakan batik sebagai dress-code tidak hanya untuk melestarikan budaya jawa, tetapi juga menyatakan kesatuan hati jemaat.

Ibadah Minggu, 6 Februari 2011 : Garam dan Terang Dunia

Ibadah Minggu (6/2) jam 18.00 WIB dilayani oleh Pdt. Widya Notodiryo, S.Th yang mendasarkan kotbahnya dari bacaan Matius 5: 13-20. Dalam kotbahnya, Pdt. Widya menyatakan bahwa sering kali kita mendengar istilah “Gereja dipanggil untuk menjadi garam dan terang dunia”. Ungkapan ini rasanya kurang tepat. Yesus tidak mengatakan bahwa kita dipanggil untuk menjadi garam dan terang dunia. Tetapi, kita-lah garam dan terang dunia itu. Panggilan kita adalah berfungsi sebagai hakikat kita, yaitu garam dan terang dunia.

Natal Bersama SMR GKJ Manahan & Panti Asuhan Anak Seribu Pulau

Anak-anak SMR GKJ Manahan merayakan Natal 2010 pada hari Minggu (23/01) yang lalu. Sekalipun dalam bulan Januari, tidak mengurangi semangat anak-anak untuk merayakan Natal bersama anak-anak Panti Asuhan Anak Seribu Pulau. Berangkat dari GKJ Manahan, naik bus bersama-sama menuju Desa Ngringo, Palur.

Natal 2010 Pemuda - Remaja GKJ Manahan

Take Down The Earth, tema yang menjadi dasar penyelenggaraan Ibadah Natal 2010 Pemuda dan Remaja di GKJ Manahan. Kegiatan ini diselenggarakan Jumat (14/1) lalu.

Perayaan Natal Blok II

Jumat (7/1) lalu, warga Blok II GKJ Manahan mengadakan kebaktian dan perayaan Natal di GSG lantai 1 GKJ Manahan. Acara yang sedianya dimulai pukul 18.00 ini diawali dengan kebaktian Natal yang dipimpin oleh dr.Justine Artwanti. Acara dibuka dengan visualisasi bencana Gunung Merapi. Adapun Firman disampaikan oleh Pdt.Santosa M.Th dari GKJ Sumber. Tema yang diambil sebagai tema kebaktian dan perayaan Natal Blok II kali ini sama dengan tema dari PGI yaitu Terang yang Sesungguhnya Sedang Datang.