Aksi Donor Darah

Minggu, 29 Agustus 2010 mulai jam 10.00 WIB GKJ Manahan bekerjasama dengan PMI menyelenggarakan aksi donor darah. Kegiatan ini berlangsung di Lantai 1, Gedung Serba Guna GKJ Manahan.

Minggu, 29 Agustus 2010 mulai jam 10.00 WIB GKJ Manahan bekerjasama dengan PMI menyelenggarakan aksi donor darah. Kegiatan ini berlangsung di Lantai 1, Gedung Serba Guna GKJ Manahan.
Sabtu, 21 Agustus 2010. Sekitar pukul 5 sore, di Gereja Kristen Jawa Manahan, Seksi Pendidikan mengadakan ibadah ucap syukur kenaikan kelas. Acara tersebut sengaja diadakan sebagai tindak lanjut dari Ibadah menjelang ujian kenaikan kelas dan ujian nasional yang telah diadakan pada bulan Maret yang lalu. Ibadah ucap Syukur ini dipimpin oleh Adrian Ariasakti sebagai Worship Leader, dan Favian Dwi Vanianto sebagai pengiring.
Ibadah jam 18.00 WIB dilayani oleh Bp. Kis Yudhanto, menggunakan liturgi khusus penutupan Pekan Pendidikan Kristen Surakarta. Kotbah didasarkan pada Filipi 3: 17-21. Dalam kotbahnya, Bp. Kis Yudhanto menyampaikan 3 pokok pikiran, yaitu: pertama, kondisi sekarang ini yang sama dengan kondisi kota Filipi dalam surat Paulus tersebut, kedua, teladan Paulus menyikapi kondisi tersebut dan ketiga bagaimana peran gereja dalam menghadapinya.
Ibadah dilayani oleh Pdt. Fritz Yohanes Dae Panny, S.Si, dengan kotbah yang didasarkan dari Amsal 7. 1-7. Mendidik di tengah-tengah kedangkalan hidup. Hal ini bisa berarti, ada hidup yang dalam, ada hidup yang dangkal. Itu asumsinya. Hari ini kita membuka pekan pendidikan Kristen, tetapi beberapa minggu sebelumnya, anak-anak sudah mulai bersekolah. Tiap hari kita melihat anak-anak berangkat sekolah. Hidup yang dangkal, artinya, bukan hidup yang tidak berpendidikan, tetapi orang yang berpikiran dangkal. Sepandai-pandainya orang, kalau belum menunjukkan sikap adil pada orang lain, bisalah dia dikatakan hidupnya dangkal.
Di tengah gelombang gerusan budaya asing yang semakin mengglobal dan kemajuan teknologi informasi yang semakin canggih, kita sebagai bangsa yang dipersatukan oleh para Founding Fathers dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dan memiliki dasar Pancasila dituntut untuk selalu bergandengan tangan bahu-membahu, saling memperhatikan dan tolong menolong tanpa memperhatikan sekat-sekat warna kulit, agama, afiliasi politik dan kelas sosial untuk mencapai kejayaan sebagai sebuah bangsa, Indonesia.

Minggu, (8/8) jam 18.00 WIB, ibadah perjamuan kudus dilayani oleh Pdt. Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th. Kotbah didasarkan Kejadian 15: 1- 6. Setiap anak Allah pasti memiliki harapan pada Allah. Mempunyai iman yang kuat dan besar. Iman bukanlah sesuatu yang statis, melainkan dinamis, terkadang fluktuatif. Kadang kita melihat seseorang yang begitu beriman mengerjakan pelayanan dengan penuh semangat, tetapi pada suatu saat mengalami kelelahan rohani. Entah itu sulit berdoa ataupun sulit bergereja, hal ini menunjukkan bahwa iman itu dinamis bahkan fluktuatif kadang menanjak, kadang menukik.

Minggu pagi, (1/8) para murid sekolah minggu remaja GKJ Manahan sudah antusias untuk hadir dalam sekolah minggu. Minggu pagi ini, mereka sedang bersiap-siap dengan berlatih nyanyian yang akan digunakan untuk rekaman siaran Taman Sekolah Minggu, di radio Immanuel yang akan disiarkan besok tanggal 22 Agustus 2010.
Ibadah minggu pagi (1/8) jam 06.30 WIB dilayani oleh Sdr. Samuel Aris Prasetyono, bakal calon sementara pemanggilan pendata dari GKJ Kertanegara, Semarang. Kotbah mengambil dasar dari Lukas 12: 13-24, tentang kisah orang kaya yang bodoh. Dalam kotbahnya, Samuel menyatakan apakah kasih Allah itu terwujud apabila seseorang dari kemiskinan menjadi kaya, atau dari sakit menjadi sembuh? Atau salah satu hal yang spesial terjadi dalam hidupnya? Jika orang tersebut sehat atau kaya maka dikatakan orang tersebut selalu diberkati? Lalu bagaimana dengan orang yang kurang mampu atau orang cacat? Apakah Tuhan tidak memberkati mereka?

Rabu (29/7) jam 18.00 WIB, Rumah Doa Mr. Soewidji sudah penuh oleh jemaat GKJ Manahan. Rumah Doa yang berlokasi di jalan Kenanga VI Badran ini, sedang digunakan untuk acara ibadah peringatan 3 tahun persekutuannya.
Ibadah dimulai oleh Bp. Joko Sugiyatno selaku pemimpin pujian yang mengajak jemaat menyanyikan lagu “Cerahnya Hari Ini”. Kemudian Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Widya Notodiryo, S.Th yang mendasarkan kotbahnya dari I Samuel 7: 7-14, tentang Samuel yang mendirikan sebuah batu dikala perjuangannya mengalahkan bangsa Filistin.