Manahan with Love

Ibadah Perjamuan Kudus hari ini, Minggu (10/2) di GKJ Manahan jam 18.00 WIB dilayani oleh Pdt. Fritz Yohanes Dae Pany, S.Si. Berita Anugerah dan Petunjuk Hidup Baru didasarkan dari Ibrani 11: 11-13 dan 1 Petrus 4: 15-16. Pelayanan Firman Tuhan didasarkan dari Injil Lukas 9: 28-36. Dalam kotbah berjudul "Tidak Malu, Tidak Takut". Kalau membicarakan masalah perasaan malu, Kitab Suci Perjanjian Lama dan Baru banyak menyatakan mengenai hal itu. Dalam mazmur dan ezra, dalam Yoel : janji Tuhan untuk bangsa Israel bahwa umatNya tidak akan menjadi malu lagi. Kita melihat bahwa perasaan malu merupakan bagian kehidupan bangsa Israel dan juga orang-orang kristen.
Manusia dalam sepanjang sejarah kehidupannya pasti akan mengalami perasaan malu. Dalam perspektif injil Lukas, jika kita melihat perikop sebelumnya, ada dua persoalan yang dihadapi orang percaya waktu itu. Ada beberapa orang Kristen yang takut kehilangan nyawa karena Kristus. Ayat 26 menyatakan persoalan kedua, yaitu adanya orang yang malu karena Kristus, malu karena perkataan Kristus.
Dalam hal negosiasi baik bisnis maupun politik, kita mendengar ada istilah “There is no free lunch” tetapi dalam rangka berbagi kasih dan memperingati HUT GKJ Manahan yang ke-84, “There is a cheap lunch today”. Ya, ada nasi murah untuk makan siang hari ini (9/2) sampai besok minggu (10/2) di GKJ Manahan.
Dalam pelaksanaannya, nasi murah digelar sejak jam 11 siang sampai selesai. Hari ini, suasana pelaksanaan memang tidak seramai ketika buka puasa bersama yang beberapa tahun lalu diselenggarakan. Banyak pengunjung yang datang silih berganti membuat kegiatan ini kelihatan tidak terlalu ramai. Dengan harga Rp 500,- per porsi, pengunjung hari ini mendapatkan menu makan siang nasi soto ayam lengkap dengan lauk tempe, karak dan minuman segelas teh hangat. Panitia tidak membatasi bagi siapapun yang ingin tambah sampai 2 porsi sekalipun. Panitia menyediakan 150 porsi per-hari untuk dijual murah selama 2 hari ini.
Hari ini (3/2) Panitia HUT-84 GKJ Manahan menyelenggarakan dua kegiatan bakti sosial. Kegiatan pertama, yaitu pembagian sembakko kepada warga bantaran rel di sekitar gereja, tepatnya di RT 03 RW VI Kelurahan Manahan. Pelaksanaan pertama kali pembagian secara simbolis oleh Pendeta Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th, MA yang berkunjung langsung ke lokasi RT 03.

Jemaat yang dikasihi oleh Tuhan Yesus,
Pernah suatu kali dalam sebuah percakapan ada beberapa orang berkumpul, dimana masing-masing orang mengeluarkan pendapatnya. Yang menarik adalah pendapat yang diterima oleh banyak orang, bukan karena isi pendapatnya, namun siapa yang berpendapat. Dengan kata lain, kesepakatan bersama diterima karena melihat latar belakang orang tersebut.
Baca Online Warta Gereja Edisi: Minggu, 3 Februari 2013

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus.
Pada dasarnya manusia menginginkan kebebasan. Manusia ingin bebas sebebas-bebasnya tidak suka diatur atau dibatasi sehingga peraturan-peraturan atau hukum dianggap belenggu dan layak untuk dilanggar. Tuhan Yesus Sang Pembebas. Karya pembebasannya bermakna:
Untuk mengawali Masa Prapaskah, majelis akan menyelenggarakan Ibadah Rabu Abu. Dalam sejarahnya penyelenggaraan ibadah Rabu Abu ini mengadopsi tradisi pada jaman Perjanjian Lama.
1. IBadah Dan Perayaan HUT GKJ Manahan ke 84
Atas kemurahan Tuhan perjalanan GKJ Manahan saat ini memasuki tahun ke 84. Sebagai ungkapan syukur atas pernyataan Tuhan kepada GKJ Manahan, Majelis akan menyelenggarakan Ibadah Syukur HUT GKJ Manahan ke-84 besuk pada:
Hari /Tanggal : Jumat, 8 Pebruari 2013
J a m : 17.00 wib
Liturgi : Bhs. Indonesia
Tempat : GKJ Manahan
Pengkotbah : Pdt. Samuel Arif Prasetyono, S.Si
Tema : “Ajarlah Mereka Melakukan”
Dimeriahkan oleh :
Thoprak : “Seger Manah” (Seniman Seniwati GKJ Manahan)
Menikah merupakan salah satu kehendak Tuhan Allah bagi umat (Kej 2:24). Prinsip Pernikahan Kristen yang dikehendaki Allah adalah satu suami untuk satu istri (monogamy), setia dan seumur hidup. Gereja bertanggungjawab atas terwujudnya kehidupan keluarga yang berlandaskan prinsip tersebut. Untuk itu GKJ Manahan mengadakan pelayanan katekisasi pranikah bagi setiap warga yang hendak menikah. Dan bagi warga GKJ, katekisasi pranikah merupakan salah satu syarat untuk menerima pemberkatan pernikahan.