Ibadah Syukur Komisi Pendidikan GKJ Manahan

Dalam rangka menaikkan syukur kepada Tuhan atas penyertaanNya kepada anak-anak jemaat GKJ Manahan dalam studi yang ditempuh, Komisi Pendidikan GKJ Manahan menyelenggarakan kebaktian hari ini, Jumat (30/8) jam 17.00 WIB.

Pendeta Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th, MA melayankan pemberitaan Firman Tuhan yang diawali dengan pemutaran sebuah film singkat tentang John Steven Akhwari, seorang pelari maraton dari Tanzania. Maraton adalah lari dengan jarak yang bisa mencapai 42 kilometer. Dalam pertandingan maraton di kota Meksiko tahun 1968, John Stephen Akhwari mengalami cedera pada kilometer ke 19, dengan engsel kakinya yang lepas. Meskipun demikian, ia tidak menyerah. Dari antara 75 peserta yang mengawali pertandingan maraton, 57 diantaranya mencapai garis akhir, sedangkan sejumlah 11 orang  tidak mencapai finish. Sekalipun penganugerahan juara telah selesai dilangsungkan, satu jam kemudian barulah John Stephen Akhwari sampai dan menjadi pelari terakhir yang mencapai garis finish.Ia terus berjuang berlari sampai garis akhir, menyelesaikan pertandingan yang dimulainya, sekalipun dengan demikian-pun ia tidak akan mendapatkan apa-apa.

Ibadah Adiyuswa GKJ Manahan “Ginantenana Sakehing Pangorongku Kanthi Pangorong Marang Panjenengane”

Hari ini, Jumat (30/8) pertama kalinya jemaat adiyuswa GKJ Manahan memiliki waktu ibadah khusus diperuntukkan bagi mereka. Ibadah perdana adiyuswa ini diselenggarakan dengan tema “Ginantenana Sakehing Pangorongku Kanthi Pangorong Marang Panjenengane”. Ketua Komisi Adiyuswa, Bp. Toto Suprapto menyatakan bahwa ibadah adiyuswa ini diselenggarakan mengacu pada program kerja Komisi Adiyuswa GKJ Manahan, yaitu mengembangkan pelayanan yang terjangkau dan mengembangkan variasi dan kreativitas pelayanan bagi jemaat adiyuswa.

Harapannya, melalui ibadah adiyuswa yang selanjutnya akan rutin diselenggarakan setiap bulan, akan terwujud visi Komisi Adiyuswa GKJ Manahan, yaitu mewujudkan adiyuswa yang tenteram sejahtera sebagai kawan sekerja Allah dalam karya penyelamatan Allah atas dunia.

Ibadah Pembukaan Pekan Pendidikan Kristen Tahun 2013

Ibadah hari ini, Minggu (25/6) di GKJ Manahan jam 18.00 WIB merupakan ibadah pembukaan Pekan Pendidikan Kristen Tahun 2013. Ibadah dilayani oleh Pendeta Samuel Arif Prasetyono, S.Si dengan menggunakan liturgi khusus.

Kotbah didasarkan pada bacaan Leksionari yang didasarkan dari Yosua 9: 1-9, Mazmur 126: 1-6, II Timotius 2: 4-6 dan Injil Lukas 13: 10-17. Mengawali kotbahnya, Pendeta Samuel mengajukan pertanyaan kepada jemaat "Siapa diantara kita tidak menginginkan kesuksesan?"

Kebiasaan

Kehidupan manusia sebagian besar dipengaruhi oleh yang namanya kebiasaan. Kebiasaan merupakan pengulangan tindakan secara terus menerus sehingga membentuk gaya hidup seseorang. Kebiasaan dapat dilakukan secara pribadi atau juga dapat dilakukan secara bersama-sama. Selain itu tentunya kitapun paham jika sebuah kebiasaan memiliki dua sisi, yaitu negatif dan positif. Mudah saja kita membedakan kebiasaan yang negatif dan positif. Namun masalahnya bukan bagaimana mengerti membedakan kebiasaan yang negatif dan positif saja. Akan tetapi secara sadar beralih dari sebuah kebiasaan satu ke yang lain itu tidaklah mudah. Mengapa?? Karena kebiasaan berkembang menjadi sebuah kewajaran dan dianggap tidaklah salah apabila dilakukan.

Ibadah Minggu 18 Agustus 2013 "Berpengharapan Baru"

Ibadah minggu (18/8) di GKJ Manahan jam 18.00 WIB dilayani oleh Pendeta Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th, MA dengan menggunakan liturgi ibadah minggu ke-III. Dalam ibadah malam ini pula, diadakan peresmian nama sebuah paduan suara oleh pendeta Retno Ratih. "Adoria Voices", Demikian nama paduan suara ini dinyatakan oleh pendeta Retno Ratih. Menurut beliau, kata 'adore' berarti menyembah. Harapannya adalah anak-anak usia SMP ini mempersembahkan suara mereka melalui lagu-lagu pujian penyembahan kepada Tuhan. Dan semoga bersama paduan suara ini, jemaat turut memuliakan Tuhan melalui pujian-pujian.

Pemberitaan Firman Tuhan didasarkan dari bacaan Injil Lukas 12: 49-56. Mengawali kotbahnya, pendeta Ratih menyatakan bahwa kita semua senang bau yang sedap, dan pasti akan merasa terganggu dengan bau-bau yang tidak sedap. Bahkan sejak zaman dulu, telah dibuat oleh manusia berbagai produk pengharum. Semakin murni pengharum, terutama pengharum tubuh, jika dipakai, bau wanginya akan bertahan sepanjang hari. Dan untuk mendapatkan pengharum yang murni, tentunya bukan hal mudah, sebab membutuhkan resep yang pas dan cara pengolahan yang pas. Sesuatu yang murni membutuhkan usaha yang keras. Tidak hanya pengharum, dalam hal pengolahan logam pun dibutuhkan usaha yang keras untuk mendapatkan logam yang murni.

Ibadah Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-68

“Merdeka! Merdeka! Merdeka!” demikian pekik kemerdekaan dengan lantang diucapkan pendeta Fritz Yohanes Dae Panny ketika mengawali kotbahnya dalam Ibadah Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-68 yang diselenggarakan Sabtu, (17/8) di GKJ Manahan. Ibadah diawali dengan upacara sederhana bersama warga jemaat, dengan prosesi pengibaran bendera Merah Putih. 

Kata “merdeka” hari ini bisa kita ucapkan dengan bebas tanpa ada siapapun yang menghalangi kita. Bayangkan dulu para pejuang meneriakkan pekik kemerdekaan, mereka mendapatkan ancaman, penganiayaan, penindasan dilarang membicarakan kemerdekaan. Maka kata "merdeka" bagi mereka memiliki makna yang mendalam. Kemerdekaan ini adalah untuk bangsa indonesia sebagai suatu kesatuan.

Ibadah Perjamuan Kudus, 11 Agustus 2013 “ Waspadalah”

Ibadah perjamuan kudus di GKJ Manahan hari Minggu ini (11/8), pada jam 18.00 WIB dilayani oleh Pendeta Samuel Arif Prasetyono, S.Si dengan menggunakan Liturgi Ibadah Minggu I dengan nyanyian Kidung Jemaat. Pemberitaan Firman Tuhan didasarkan dari bacaan Injil Lukas 12: 35-48 mengenai kewaspadaan.

Di awal kotbahnya, pendeta Samuel menyatakan bahwa perikop yang menjadi bacaan kita diberi judul kewaspadaan. Ketika kita membacanya, teringatlah kita akan sebuah acara di sebuah stasiun televisi tentang perkataan bang Napi “Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada keinginan, tetapi juga karena kesempatan. Waspadalah! Waspadalah! Waspadalah!”