Tetap Hidup di Dalam Sang Terang

Kudaki jalan mulia; tetap doaku inilah
Ke tempat tinggi dan teduh, Tuhan mantapkan langkahku
Reff. Ya Tuhan angkat diriku
lebih dekat kepadaMu
ke tempat tinggi dan teguh
Tuhan mantapkan langkahku
(Kidung Jemaat 400:1)

Hidup ini adalah peziarahan panjang menuju kepada kekekalan. Disitu ada kegagalan, namun juga kesuksesan. Ada dukacita, namun juga ada sukacita. Ada cibiran, namun juga ada sanjungan. Semua berbaur dalam kehidupan bersama.

Yesus, Sang Air Hidup yang Terus Menerus Menyegarkan Jiwa

Jemaat yang dikasihi Tuhan.
Dalam kisah perjalanan bangsa Israel dari dari Mesir ke tanah Kanaan terlihat jelas besarnya fungsi air dalam kehidupan. Bangsa Israel mengadakan perjalanan dari padang gurun Sin, berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, sesuai dengan titah Tuhan, lalu berkemahlah mereka di Rafidim, tetapi di sana tidak ada air untuk diminum bangsa itu.

Masihkah Abu Menempel di Dahimu?

Jemaat yang terkasih,
Hari minggu ini kita memasuki rangkaian Minggu Pra Paskah I, yang mengawali penghayatan kita akan karya agung Allah untuk mengubah sejarah hidup manusia. Yaitu manusia menerima keselamatan di dalam Kristus Yesus melalui peristiwa salib. Dalam penghayatan tersebut kita mengawalinya kemarin dengan prosesi penorehan abu pada Ibadah Rabu Abu. Dimana untuk menghayati karya Kristus kita mengawalinya dengan pertobatan, melalui simbolisasi penorehan abu.

Kegiatan Masa Paskah dan Pentakosta 2014

Dalam rangka menghayati sengsara, kematian dan kebangkitan Kristus, LPP Sinode GKJ & GKI Jateng mengangkat tema Paskah 2014 "MENCINTAI HIDUP". Sehubungan dengan hal tsb. panitia Paskah dan Pentakosta 2014 menginformasikan berbagai kegiatan sebagai berikut :

Ibadah Pra Paskah I

Ibadah masa pra-paskah hari ini (9/3) di GKJ Manahan jam 18.00 WIB dilayani oleh Pdt. Tanto Kristono, S.Th, M.Min dengan menggunakan liturgi khusus. Pemberitaan Firman Tuhan didasarkan dari bacaan leksionari yang terambil dari Kejadian 2:15-17; 3:1-7, Mazmur 32, Roma 5:12-19, Matius 4:1-11. Dalam kotbah yang disampaikannya, Pendeta Tanto menyatakan bahwa dalam hidup sering kali kita mengalami pencobaan yang membuat kita mengalami beban yang berat.